Di era komunikasi instan dan serba cepat ini, mengungkapkan sesuatu melalui bahasa menjadi sangat penting. Kesalahan prinsip dalam penyampaian ide bisa menjadi bumerang. Kasus ketika Paus Benediktus mengutip seorang Kaisar Kristen Bizantium abad ke-14 yang mengomentari mengenai Islam berakhir dengan salah pengertian.

Kutipan seseorang perlu dikaji ulang apalagi bagi seorang pejabat tinggi dan tokoh dunia. Inilah yang menyebabkan komunikasi ini begitu pentingnya sehingga kutipan atau rujukan bila salah menempatkan bisa menimbulkan konflik.

Bahkan di satu sisi, komunikasi dan penguasaan terhadap saluran media menjadi perebutan penguasa global. Pemilikan televisi,koran dan media internet menjadi perhatian para penguasa negara besar. Mereka yakin menguasai media sama dengan menguasai mind dari masyarakat dunia.