Setelah kekalahan Partai Republik di dalam Kongres baik Senat maupun DPR, lembaga eksekutif terlihat limpung. Presiden Amerika Serikat George W Bush langsung memberhentikan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, arsitek perang Irak. John Bolton, yang juga pengikut neo konservatif yang sekarang menduduki Duta Besar Amerika di PBB tinggal menghitung waktu sebelum Kongres "memecatnya" bulan Desember.

Ada beberapa catatan mengenai perubahan yang mungkin muncul karena perubahan dan pergeseran politik domestik Amerika.

1. Dukungan Amerika terhadap kebijakan Irak tidak akan sekuat dalam masa jabatan pertama Bush dan separuh masa jabatan kedua Bush. Irak akan menjadi korban pertama pergeseran politik di Washington. Jika Amerika memutuskan mundur dengan jadwal waktu, maka Irak diambang perpecahan antara Sunni, Syiah dan Kurdi. Bom waktu ini sudah ada sejak Saddam Hussein dan seperti halnya Yugoslavia akan meledak waktunya. Yang senang dengan perpecahan ini adalah Amerika dan Israel. Dalam majalah Newsweek, pada Perang Teluk Pertama 1990, strategi Amerika adalah membuat Irak kacau dan lemah agar tidak membahayakan Israel.

2. Perang melawan terorisme yang diperpanjang dan diperlebar oleh Bush dan aliran neo konservatisme akan berkurang. Fakta bahwa "musuh" Bush nomor satu Osama bin Laden masih gentayangan di perbatasan Pakistan Afghanistan menunjukkan kegagalan Amerika memberangus kelompok yang menyatakan perang terhadap pemerintahan Bush ini.  Selain kebijakan yang akan melemah dan juga dukungan finansial akan berkurang. Selanjutnya aksi terorisme melawan Amerika dimana-mana juga akan berkurang.

Dua hal ini akan segera tampak, namun banyak yang akan berubah dalam peta politik Amerika dan juga dunia.

Powered by Qumana