Banyak analis masih bertanya-tanya mengapa Presiden Bush belum mengubah kebijakannya di Irak ? Dalam jumpa pers akhir tahun Bush menyatakan tentara Amerika harus ditambah jumlahnya dan diperkuat. Bahkan mengindikasikan bahwa di Irak tentara Amerika bukannya berkurang, malah akan diperkuat.

Sikap keras Bush ini berbeda dengan laporan tim panel lintas partai antara lain dipimpin Mantan Menlu James Baker yang menyebutkan, kebijakan Amerika di Irak harus diubah. Irak telah menjadi lebih kacau dan banyak korban sipil jatuh. Amerika harus mundur dari Irak mulai tahun 2008. Personil militer akan dibatasi semata-mata penasihat bukan pasukan tempur.

Panel ini juga menyatakan, Iran dan Suriah harus diajak bicara mengenai masa depan Irak. Sebaliknya Bush menganggap Iran adalah “musuhnya” sama halnya dengan Suriah.

Gedung Putih tampaknya masih malu-malu untuk mengakui bahwa kebijakannya di Irak telah gagal. Meski sudah ada pemerintah yang sah dan pemilu, kenyataannya Irak masih bergolak. Warga sipil terus berjatuhan seperti halnya tentara Amerika.

Perkembangan berikutnya masih ditunggu karena Menteri Pertahanan Amerika yang baru Robert Gates berkunjung ke Irak dan akan segera melapor kepada Bush mengenai persoalan di Irak. Sebenarnya persoalan di Irak sudah jelas bahwa Amerika diminta mundur namun gengsi Gedung Putih masih besar jadi akan mengulur-ngulur waktu sambil menyelamatkan muka. Perang Vietnam adalah pelajaran penting bagi Amerika namun Bush masih menutup mata terhadap kacaunya Irak sekarang ini.