CHINA ditengarai melakukan pengeboran minyak di Laut China Selatan. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, China menganggarkan biaya hingga US$1 miliar (sekitar Rp9,4 triliun) guna menjelajahi potensi minyak di perairan Laut China Selatan.

Bahkan perusahaan minyak China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) telah membangun anjungan minyak di lepas pantai Haiyang Shiyou 981, di perairan selatan Hong Kong. Kantor berita Xinhua melaporkan anjungan itu telah beroperasi.

Direktur CNOOC Wang Yilin mengatakan anjungan tersebut telah mengebor hingga kedalaman 320 km di selatan Hong Kong, sejak bulan lalu. Namun, ia menolak CNOOC akan terus mengeksplorasi ke wilayah perairan konflik.

Mengenai hal tersebut, Direktur China Center for Energy Economics Research di Universitas Xiamen, Profesor Lin Boqiang, justru menyatakan CNOOC akan masuk ke wilayah Laut China Selatan. “Jika CNOOC tidak melakukannya, negara-negara lain yang akan melakukan itu. Jadi, mengapa CNOOC tidak melakukan itu?”

Pendapat Boqiang diamini peneliti senior Institut Nasional untuk Kajian Laut China Selatan, Liu Feng. “Dengan pengembangan teknologi pengeboran lepas pantai China, hal itu akan menjadi pertanda bahwa mereka memasuki bagian tengah dan selatan Laut China Selatan,” paparnya.

China sangat berambisi meningkatkan produksi energi untuk mendukung peningkatan perekonomian mereka. Pada Maret 2008, laporan Badan Informasi Energi Amerika Serikat (AS) memprediksi sebanyak 28 miliar hingga 213 miliar barel minyak bumi terkandung di bawah perairan tersebut.

Para ahli geologi menyatakan kandungan minyak dan gas paling banyak terdapat pada kedalaman 3.000 meter hingga 4.700 meter di bawah dasar laut. Dengan anjungan 981, CNOOC memiliki kemampuan menggali minyak dari kedalaman 3.000 meter.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Luong Thang Nghi, meminta China menghormati hukum internasional yang mengatur eksplorasi di Laut China Selatan. (Reuters/DK/I-3)

Media Indonesia online

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/22/327904/75/19/China-Bor-Minyak-di-Wilayah-Sengketa