Tag

,

Image

Hubungan internasional abad ke-20 ditandai dengan polarisasi dunia menjadi dua kutub raksasa yakni Blok Barat dan Timur. Blok Barat merupakan aktualisasi ajaran liberalisme dan kapitalisme. Setelah Perang Dunia II, Blok Barat dipimpin Amerika Serikat yang menghendaki ajaran komunis yang dibawa Blok Timur tidak menguasai dunia. Kemudian muncullah model bipolar dengan kelahiran konsep balance of power (perimbangan kekuatan). Sementara Hubungan Internasional abad ke-21 mengalami perubahan signifikan dimana antara lain kawasan Asia akan memainkan peran penting di dunia. China yang merupakan kekuatan baru di dunia akan mengambil peran sebagai negara adidaya setelah hancurnya Uni Soviet. Untuk pertama kali dalam 200 tahun umat manusia takkan memiliki dunia unipolar dengan satu kekuatan ekonomi, politik atau militer yang dominan seperti hal yang terjadi pada abad ke-19 dengan Inggris dan pada abad ke-20 dengan kekuatan Amerika Serikat. Namun abad ke-21 pertarungan ideologi tidak menjadi dominan di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Isu penting abad ke-21 adalah hak asasi manusia, demokrasi dan pertarungan nilai-nilai bangsa. Untuk memahami semua itu kerangka analisa diperlukan seperti diuraikan buku ini termasuk untuk analisa politik luar negeri dan ekonomi internasional serta komunikasi internasional. Asep Setiawan menyelesaikan studi Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran dan melanjutkan pasca sarjana di Universitas Birmingham, Inggris untuk jurusan International Studies. Di tangannya telah lahir buku berjudul Politik Luar Negeri Indonesia (2012).

Pemesanan silahkan klik:

http://www.leutikaprio.com/produk/110218/sosial_politik/1301740/hubungan_internasional_abad_ke21/11061570/asep_setiawan